السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
SELAMAT DATANG DI BLOGGER KHOIRUL IMAN NASUTION
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
Saya Khoirul iman bin Zakariya bin Abdul halim bin Abdullah bin Kesuma asal dari Mandailing Natal
/ MADINA Sumut
Tempat Tanggal Lahir : Lumban dolok 05-11-1995
Agama : islam
Negara : 🇮🇩
Indonesia
A. KISAH HIDUPKU
Saya dilahirkan di desa Lumban Dolok, Kecamatan
Penyabungan Selatan, Kabupaten Madina, Sumatera Utara, dari sepasang dua
bidadari dunia akhiratku yakni orang tuaku yakni Zakariya
& Nur shofiyah Yaa itu nama dua bidadariku.
Photo dua bidadariku
Ini photo saya bersama ibuku
Kami
bersaudara tujuh orang
- ·
Ahmad saleh
- ·
Sholahuddin
- ·
Ramidah
- ·
Nur azizah
- ·
Asmidah
- ·
Khoirul iman
- ·
Muhammad arifin
B. MASUK
PONDOK PESANTREN
Saya anak yang ke enam
persis rukun iman ada enam perkara makanya namanya iman, hehe, saya masuk
sekolah dasar / SD 142583 Lumban dolok pada tahun 2002 selesai SD pada tahun
2008 saya melanjutkan ke Pondok pesantren Darul Tauhid yang di dirikan Syekh
Abd Qodir bin Qari Siddik yang terletak di desa jambur padng matinggi masih
daerah Mandailing Natal.
Suka
duka saya lalui di pondok pesantren itu, awal mula saya masuk pesantren sungguh
menyakitkan, hembusan angin hantaman hujan pada saat itu membuat orang tuaku
tidak bisa bekerja, karena pekerjaan orang tuaku adalah petani / menderes getah
karet kalau hujan yaa tidak bisa kerja akhirnya gak punya duit.
Tapi
aku tidak pernah menyerah untuk masuk pesantren, untung waktu SD saya
memelihara ayam. Sambil saya duduk termenung menikmati musim hujan yang tak
henti, mata memandang ke kandang ayam akhirnya aku berpikir untuk menjual ayam
ayam kesayanganku demi untuk biaya sekolahku di pesantren.
Setelah
ayam ternakanku di jual baru saya masuk & daftar di Pondok pesantren itu.
Sampai sekarang aku tak pernah melupakan kenangan itu berkat ayam itu aku bisa
mengenal tuhanku dan Rasulku serta mempelajari agamaku, saya berharap Allah pertemukan
saya kelak di akhirat dengan ayam ayamku itu.
Kenangan
pahit dan manis saya lalui selama tujuh tahun di pesantren .
Photo
saya waktu di pesantren
Waktu
saya kelas 4 setara dengan kelas 1 SMA di pesantren saya sering pulang
kampung di karenakan ayah saya jatuh sakit, saya sering pulang untuk
membantu ibu menders di kebun untuk belanja keluarga dan belanja kakak di
sekolah, selama satau minggu terdapat tujuh hari 4 hari di pesantren belajar
dan 3 hari di kampung bantu ibu karena ayah saya jatuh sakit.
Pada
tahun 2013 saya sempat berpikir untuk berhenti belajar dari pesantren di
karenakan hutang sekolah belum terbayar ditambah lagi ayah saya yang sedang
sakit, Sebelum saya angkat barang dari pondok sambil merenungi nasib saya baca
buku kawan saya karangan mas ippho dengan judul Moslem Millionaire di situ
terdapat kata kata yang memotivasi aku untuk menanamkan i'tiqad kepada Allah
bahwa bukan harta yang menggapaikan cita-cita akan tetapi besarnya keyakinan di
dalam hatimu.
Saya
langsung tutup buku seraya berdo'a "Yaa Allah saya tidak punya harta saya
cuma punya engkau Yaa Allah di dalam hatku, aku yakin sekolahku selesai
dengan izinmu Yaa Rabb, jangan engkau pergi dari hatiku ya Rabb" itu
do'a yang saya bacakan setelah baca buku mas ippho itu. Sayapun di pondok
selain saya belajar saya juga jadi guru ngaji di luar pondok, saya mengajar
mengaji diluar jam belajar gajinya saya belanjakan buat bekal saya mondok di
pesantren, karena ayah saya sudah lama jatuh sakit ibu kadang sibuk ngurus ayah
yang lagi sakit, jadi saya berpikir untuk mengurangi beban ibuku saya harus
mandiri di pondok tanpa menyusahkan orang tua.
Buku
yang memotivasi aku waktu sekolah
Akhirnya
waktu itu datang juga saatnya saya wisuda dari pondok pesantren Alhamdulillah
saya bisa juga menyelesaikan pendidikan saya di pondok pesantren itu, di tahun
2008 kami santri baru sebanyak 30 orang setelah melewati beberapa ujian dan
cobaan semasa di pondok yang bertahan cuma 3 orang hilang nolnya, yang
tadinya 30 orang menjadi 3 hehe,
Kawan-kawan
sekelas saya sampai menammatkan sekolah di pondok.
- ·
Ahmad taisir
- ·
Khoirul iman
- ·
Riswan
Itu
dia nama teman-teman saya semasa di pondok mulai dari ruangan kelas sampai ke
asrama banyak cerita pahit manis kami jalani bersama, saya sangat sedih pada
saat itu karena saya lihat kawan kawanku di waktu di panggil namanya mereka
datang bersama kedua orang tua mereka tapi sayaa, yang ada cuma ibu kerana
ayahku meninggal dunia 3 bulan sebelum saya wisuda sangat sedih.
Waktu
dia pergi saya sangat sedih dan menangis sambil berkata kepada guruku
"Ayahku sudah pergi duluan padahal sekolah saya belum selesai" yaa
kata kata itu yang keluar dari bibirku mugkin orang disekitarku berpikir bahwa
saya ragu tentang sekolahku, siapa yang menyekolahkan aku, sebenarnya bukan itu
pikiranku, aku cuma berpikir saya masih sekolah dia sudah pergi, yang ada saya
selalu menyusahkan dia, taunya minta duit, belum lagi terbayar perjuangan dia
yang menyekolahkan saya dia sudah pergi.
Walaupun jasa ayah itu tak pernah terbayar setidaknya dia pernah menikmati hasil keringat saya sebagai tanda bakti ku kepadanya, itu sebenarnya yang ada di benak saya, tapi itulah takdir hidup yang harus kita terima dari sang pencipta, wisuda tetap berjalan lancar dengan baik.
Photo waktu wisuda di pesantren Darul Tauhid & Darul Tarbiyah Al Islamyah
Sungguh
sedih rasanya berpisah dengan guru-guru saya di pondok pesantren, meninggalkan
pondok, berpisah dari Kawan-kawan dan adik-adik asuh kita di pesantren, Selama
tujuh tahun kami di asramakan di pesantren susah rasa hati ini untuk melupakan
kenangan itu semua, tapi mau tak mau memang saatnya kami berpisah dari pondok
dan guru-guru kami.
C.
PEEJUANGAN
ME RANTAU
Ternyata
hidup ini penuh perjuangan, pada tahun itu juga tahun 2015 aku merantau
ke Pekanbaru saya kebingan mau buat apa di Pekanbaru, akhirnya aku bekerja jadi
marbot masjid, bersihin masjid, sikat WC ngepel lantai, nyapu halaman masjid,
pokoknya bersih2 masjidlah, kadang ego kita datang kalau kita di marahin
pengurus masjid, " masa saya di perbudak seperti ini padahal 3
pondok pesantren yang minta saya ngajar jadi Ustadz" haaa ini sifat
sombong tak baik di tiru.
Saya
sempat terpikir mau balik kampung pada saat itu, apa kata kakak perempuan
saya yang no 2, " laki-laki itu kalau dia sudah melangkah kedepan, pantang
buat dia untuk mundur kebelakang" akhirnya aku jalanilah jadi marbot
masjid selama 2 tahun.
Dulu
kalau kita bosan di pesantren kita selalu menghayal betapa indahnya di luar
sana, kita selalu berpikir kalau kita bakaln suxes setelah perjuangan di
pesantren ini, eeeeehhhhh ternyata saya baru sadar bahwa mwnggapai cita-cita
itu tidak semudah membalik telapak tangan.
Setelah dua tahun saya jadi marbot akhirnya saya pun di percaya masyarakat jadi imam masjid di Masjid Tafakkur jl bangka, Sago. Dan sekalian jadi khatib bila Ustadz tak hadir di masjid
Photo saya waktu Khutbah jum'at
Dua tahun sebelumnya saya
belum masuk kuliah karena saya salah memahami tashauf bahwa gelar itu tak dibawa
ke akhirat, sekarang baru saya paham bahwa kuliah itu bukan cuma cari gelar
ternyata mencari ilmu juga cuman dapat bonus itulah gelar heheh, itu saya
pahami setelah berkecamuk di masyarakat, sempat 2 kali saya ke jakarta untuk
menumbangkan gubernur jakarta pada saat itu karena kasus menista agama, disitu
saya berpikir betapa pentingnya peduli kepada negara, kalau kita gak peduli
kepada megara kita akhirnya lahirlah pemimpin yang tidak peduli kepada agama
kita, padahal ummat muslim terbanyak di dunia di indonesia, tapi kenapa ada
gubernur yang bernai menginjak agama islam di Indonesia ini, ibarat kata
ayam masuk ke kandang buaya dan menginjak buaya, tidak masuk akal.
Itulah
yang saya dapati nasihati orang orang tua disetiap kami singgah di beberapa kota
habis dari jakarta, itulah yang memotivasi aku supaya masuk kuliah.
Photo waktu aksi 212 di patung kuda jakarta
Saya juga alumni 212 yang
mana peristiwa itu adalah pada tanggal 2 bulan 12 tahun 2016 ummat islam
serukan supaya di penjara si ahok penista agama, indonesia pada saat itu di
puji karena melakukan aksi demonstrasi terdamai di dunia, aman, sejuk damai, sesuai
konstitusional, Setelah selesai aksi itu banyak pelajaran yang saya dapatkan
dan akhirnya mendorong saya masuk kuliah pada tahun 2017 di STAI DINIYAH
Pekanbaru.
Saya
bingung mau ngambil jurusan apa pada saat itu, akhirnya saya lihat beberapa
jurusan dan saya kaitkan dengan keadaan pada saat itu akhirnya aku mengambil
jurusan yang harus bersentuhan dengan masyarakat yaitu PMI Pengembangan
Masyarakat Islam.
D. MASUK
RUMAH SAKIT
Hari
ini hari sabtu 25 mei 2019 berketepatan pada puasa yang ke 20 di bulan
ramadhan, saya berbuka puasa pas suara beduk terdengar dari masjid dan langsung
makan dengan niat akan beribadah pada malam ke 21 ya'ni malam lalaitul qadr,
tapi Allah berkehendak lain saya pikir malamnya di masjid rupanya di rumah
sakit hehe, yaa itulah nasib, saya masuk rumah sakit karean menderita usus
buntu
Setelah shalat tarawih selesai di tunaikan oleh jamaah
masjid tafakkur akhirnya diapun datang, siapa?!!! Yaaa dia yang sering buat aku
kesal, siapa dia? Si Ilham yang sering buat aku kesal tapi pada saat itu dia
tidak lagi membuat aku kesal melainkan mencari bantuan, dia kasih tau sama
jemaah masjid tafakkur bahwa imam masjidnya lagi sakit parah, dia panggil
kawan-kawanku supaya cepat datang menjenguk aku dan membawa aku ke rumah sakit.
Saya pada saat itu sudah tidak sadarkan diri, kalau saya dengar
kata teman aku si taufik aku udah macam orang gorgoroh Tak sadarkan diri lagi
sudah di syahadatin sama si hendra hehe, kata diaaa, akhirnya sayapun di bawa
ke Rumah sakit terdekat yaitu rumah kenangan selama 4 hari hehe, rumah sakit
bina kasih yang mengangkat aku pada saat itu mereka teman-teman aku 1. Taufik
2. Hendra 3. Ilham,
Photo bersma remaja Masjid Tafakkur
Photo sebelum masuk ruangan bedah cek jantung dulu
Photo selesai operasi usus buntu
E. ZIARAH
MAKAM
26
December 2020 M Hari ini saya Safar ke Sumatera Barat tepat di pariaman,
tujuan aku kali ini ke Sumbar kali ini dalam rangka Ziarah di makam Syekh
Burhanuddin salah satu ulama yang membawa islam ke tanah minang kabau,
Jadi
dulu waktu di pondok aku pengen kali rasanya berziarah ke makam ini tapi
dikarenakan duit tidak ada waktu aku di pondok akhirnya rasa pengen itu saya
pendam, sampai hari ini Alhamdulillah aku bisa berziarah di makam ini, di hari
esoknya saya lanjutkan ke makam syekh katik sangko yang berada di pulau angso
duo dan lanjut ke makam Abuya Ungku saliah yang photonya sering di pajang di
rumah makan padang,
F.
TAHUN
2021
Masa-masa
ini bisa di bilang masa-masa kesulitan dimana kasus covid19 semangkin meningkat
di negara indonesiaku ini, kebijakan pemerintah juga terhadap virus ini sangat
menurunkan perekonomian rakyat di negeri ini, dimana tahun ini juga tahun
perjuanganku yang mana aku sudah melewati perkuliahan -+ 4 tahun, artinya
perjuangan menuju S.Sos tidaklah semudah membalik tangan, mulai dari judul,
proposal, kompre, penelitian skripsi, sidang munaqasah, wisuda, sebenarnya
masalah ini tidak begitu rumit, yang agak merumitkan sedikit adalah biaya
administrasi kampuslah yang agak buat pusing hehehe.
Padahal
saya bisa di bilang termasuk orang yang berjasa juga buat kampus selama 2 tahun
lebih pengabdianku terhadap kampus dalam hal ini menjabat sebagai ketua SEMA
(senat eksekutiv mahasiswa) tugasku mengangkat harkat martabat nama
kampusku diluar kampus, menjalin hubungan baik dengan aktivis mahasiswa di
kampus-kampus lain baik itu PTN / PTS, tapi itu semua di anggap angin lalu aja
oleh kampus tidak ada dispensasi atau keringanan oleh kampus buat saya
hehee,
Photo
pidato ketua SEMA oleh khoirul iman zakariya
Masalah
tidak cukup disitu saja, dimana tahun ini juga cita-cita saya untuk menjalankan
sunnah Rasulillah SAW yakni menikah, masyaallah luar biasa perjalan hidup yang
aku alamai tahun ini, saya tidak mau menyebutnya ini adalah cobaan, kalo saya
menganggap ini cobaan saya takut saya merasa orang baik sehingga Allah menguji
dan memberikan saya cobaan, tapi saya menggap ini adalah teguran dari Allah
supaya saya selalu introspeksi diri dan cepat minta Ampunan petunjuk dan
hidayahnya.
Photo
bersama dosen penguji ujian sempro
Photo
ujian sempro
Hempasan
ombak pukulan badai dalam hidup ini kujalani padahal kapal belum sampai ke
tujuan, sering demam, sering pulang kampung, pulang kampung mengantar kawan
yang sakit, pulang kampung mengantar kawan yang meninggal, pulang kampung
menjenguk orang tua yang sakit, pertama kalinya saya di pecat dari pekerjaan
tahun ini jugalah, pergi menumpang ke tempat kawan terkadang kehadiran kita
juga di sambut dengan kurang baik, teman-teman dekat selama ini juga
satupersatu pergi menghilang, angkat barang kesana kemari, cari tumpangan
kemana-mana, sampai sampai saya di tinggal oleh kawan-kawan kuliah dalam ujian
sidang skripsi,
Photo
sidang muaqasah teman-teman kuliah
yaaa
bagaimana aku bisa fokus untuk menyelesaikan skripsi jangankan mau buka laptop
duduk kerjakan skripsi cari tempat duduk aja susah saya sudah gak ada kerja
lagi, disinilah saya dapat belajar banyak tentang arti kehidupan pelajaran yang
tak dapat di sekolah, pelajaran yang tak ada di perguruan tinggi, kawan yang
banyak semua menghilang disaat kita butuh,
G. RINDU
IBU
Agama telah mengajarkanku syari’at tentang aturan aturan
dalam kehidupan ini baik kewajiban berupa perintah dan larangn dari Rabbku,
begitu pula kewajiban orangtua pada anaknya dan kewajiban anak terhadap
orangtuanya, hari ini anak-anaknya sudah pada dewasa selesai sudah kewajiban
orangtua pada anak, sekarang giliran anak yang harus berbakti pada orangtuanya,
Ibu maafkan kelemahan dan ketidak berdayaan anakmu ini
yang belum bisa memberikan yang terbaik padamu ibu, hari ini saya masih di
bangku perkuliahan mengambil peran sebagai mahasiswa yang datang kekampus
dengan seribu mimpi dimana setiap kami masuk kuliah kami tidak melihat bangku
dan meja di dalam ruangan melainkan kami menatap sebuah impian di masa depan.
Disaat aku rindu padamu ibu aku selalu menceritakan
dirimu pada teman-teman dekatku, keunikan sifatmu, kekuatan fisik dan hatimu
dalam memperjuangkan kami sebagai anak-anakmu, curahan kasih sayang yang jarang
kamu ucapkan pada kami tapi kami dapat mersakan kasih sayang iti, kadang saya
melhat dirimu aneh ibu, di kala aku kamu masukkan ke pondok pesantren saya
melihat kawan-kawan aku di pondok begitu di jenguk oleh emaknya, emaknya
memeluk dan membelai anaknya dengan penuh kasih sayang, tapi tidak dengan
dirimu ibu dengan sifatmu yang tegas disaat kamu menjengak aku di pondok kamu
tidak memeluk aku, lama saya berpikir kenapalah aku tidak seperti anak pada
umumnya di hadapan orangtuanya? Kadang disaat aku pulang kerumah pertanyaan
yang pertama datang kepadaku, “kenapa pualang” dengan irama yang agak keras
sedikit, dalam hati saya macam tak boleh aja aku balik ke rumah ini, terkadang pada
saat itu aku berpikir mak ku tak sayang aku, tapi pikiran saya itu salah.
Hari ini saya belajar dari perjalan hidup bahwa apa yang
di berikan ibuku itu padaku sangat mendidik kepribaian supaya saya menjadi anak
yang mandiri dan bertanggungjawab, jangan samapai menjadi anak yang manja
terhadap orang tuanya, seolah-olah mereka berkata pada anak-anaknya nanti
disaat kami tidak ada kalian bisa bertanggung jawab buat diri kalian, itulah
kasih sayang ibu, kasih yang tak berucap tapi sangat terasa dan menyentu
kedalam qalbu, semakin aku dewasa rasanya aku semakin mencintai ayah dan ibuku.
Disetiap aku menelpon emakku ke kampung aku selalu minta
maaf padanya, maafkan aku ibu aku belum bisa berkhidmat dengan baik padamu ibu,
apa jawaban ibuku, aku yang minta maaf
nak semenjak kamu masuk ke perguruan tinggi aku tak dapat membantumu
sepersenpun, lalu aku menjawab aku sudah dewasa mak, tanggung jawab ibu
terhadapku sudah selesai, sekarang giliran kami anak-anakmu ini yang berkhidamt
padamu ibu, aku tidak menharapkan berapapun duit darimua ibu, aku Cuma butuh
ridho dan do’amu ibu, iya nak do’aku
senantiasa merestuimu.
Do’a ibu memang sangatlah keramat, berkat do’an dan
ridhonyalah allah meridhoi kita, saya tak dapat lagi menuliskan tentang
keramatnya do’a seorang ibu, yang mustahil aja kadang di dalam akal kita bisa
terjadi sebab do’a iibu, mudah-mudahan Allah menjadikan kita senantiyasa
orang-orang yang berkhidmat sama orangtua kita aamiin,
Masyaallah tuan guru roburan
BalasHapusSukses selalu abang handa
BalasHapusAamiin ya rabbal alamin
BalasHapus